Analisa Kasus
Instruksi (kalimat) kondisional adalah instruksi yang dilakukan berdasarkan kondisi boolean tertentu. Instruksi ini adalah instruksi yang sangat penting, yang memungkinkan komputer untuk bisa
“berpikir” dengan mengambil aksi berdasarkan kondisi boolean tertentu.
“berpikir” dengan mengambil aksi berdasarkan kondisi boolean tertentu.
IF SederhanaBentuk paling sederhana dari pernyataan kondisional dalam setiap bahasa adalah if - then.
Contoh:
if (a>b) then writeln(“A lebih besar dari B”);
bagian setelah if disebut dengan bagian kondisi dan bagian setelah then adalah bagian aksi. Jika aksi
lebih dari satu instruksi maka bisa dikelompokkan dalam blok begin end. Seperti ini:
if (a>b) then writeln(“A lebih besar dari B”);
bagian setelah if disebut dengan bagian kondisi dan bagian setelah then adalah bagian aksi. Jika aksi
lebih dari satu instruksi maka bisa dikelompokkan dalam blok begin end. Seperti ini:
if (a>b) then
begin
writeln(“Kesimpulan:”);
writeln(“A lebih besar dari B”);
end;
begin
writeln(“Kesimpulan:”);
writeln(“A lebih besar dari B”);
end;
IF dengan ELSESelain if - then, ada bentuk kondisional lain yaitu if - then - else. Kita bisa mengubah instruksi semacam ini:
if (a>b) then writeln(“A lebih besar dari B”);
if (a<=b) then writeln(“A kurang dari atau sama dengan B”);
if (a<=b) then writeln(“A kurang dari atau sama dengan B”);
menjadi:
if (a>b) then writeln(“A lebih besar dari B”) else (“A kurang dari atau sama dengan B”); Bagian else akan dieksekusi jika bagian kondisi tidak dipenuhi, atau dengan kata lain, bagian else dieksekusi jika kondisi yang terjadi adalah komplemen dari kondisi di bagian if.
Perhatikan : untuk memperjelas program, sebaiknya semua instruksi if yang memiliki else ditulis dengan komentar setelah else (untuk menjelaskan kondisi apa yang ditangani oleh else kepada pembaca program) seperti ini:
if (a>b) then
begin
writeln(“A lebih besar dari B”);
end else (* a<= b *)
begin
(“A kurang dari atau sama dengan B”);
end;
begin
writeln(“A lebih besar dari B”);
end else (* a<= b *)
begin
(“A kurang dari atau sama dengan B”);
end;
IF untuk banyak kondisiInstruksi if boleh digabung dengan banyak instruksi if menangani kondisi yang kompleks (banyak kondisi dan banyak aksi), seperti ini: if (kondisi_1) then
begin
aksi1;
end
else if (kondisi_2) then
begin
aksi2;
end else (* kondisi 1 dan 2 tidak dipenuhi*)
begin
aksi_n;
end.
aksi1;
end
else if (kondisi_2) then
begin
aksi2;
end else (* kondisi 1 dan 2 tidak dipenuhi*)
begin
aksi_n;
end.
Case untuk banyak aksiSelain IF, ada bentuk analisa kasus yang digunakan untuk menangani banyak kondisi yang ada dalam bentuk (a adalah suatu ekspresi yang menghasilkan tipe enumerasi, dan k1 .. kn adalah konstanta):
if (a = k1 ) then
begin
aksi1;
end else if (a = k2) then
begin
aksi2;
end else if (a=k3) then
begin
aksi3;
end else
begin
Aksi_n;
end;
begin
aksi1;
end else if (a = k2) then
begin
aksi2;
end else if (a=k3) then
begin
aksi3;
end else
begin
Aksi_n;
end;
Bentuk ini adalah bentuk case of, seperti ini: case a of
k1 :
begin
aksi1;
end;
k2 :
begin
aksi2;
end;
k3:
begin
aksi3;
end;
else
begin
aksi_n;
end;
end;
begin
aksi1;
end;
k2 :
begin
aksi2;
end;
k3:
begin
aksi3;
end;
else
begin
aksi_n;
end;
end;
Hal yang perlu diperhatikan dalam analisa kasus dengan case adalah bahwa ekspresi yang bisa ditangani dalam case hanya yang nilainya bisa dienumerasi, yaitu integer (dan tipe range), boolean, dan tipe enum (dijelaskan pada bagian struktur data).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar